Mengantuk merupakan hal yang bisa dialami siapa saja, baik itu di pagi hari atau siang hari setelah jam makan siang. Tentu saja hal ini berpengaruh terhadap produktivitas sehari-hari. Fase tersebut justru menghambat rencana pekerjaan yang harus diselesaikan.
Rasa kantuk saat bekerja tidak muncul begitu saja. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas monoton menyebabkan penurunan kewaspadaan, sehingga berdampak pada munculnya rasa kantuk secara tiba-tiba. Duduk menatap monitor terlalu lama, mengulang proses pekerjaan yang sama, atau bekerja di ruangan yang minim penerangan, membuat otak merasa jenuh. Selain itu, orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7-9 jam per hari. Apabila waktu tidur tidak terpenuhi akibat lembur, kerja sistem shift atau hal lain, tubuh akan mencari kesempatan untuk istirahat.
Apapun alasannya, Anda tidak boleh mengantuk saat bekerja karena akan terkesan tidak profesional. Tak hanya itu, kantuk dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kesalahan. Dalam pekerjaan yang berkaitan dengan data, uang, atau pengoperasian mesin, kesalahan kecil bisa berdampak fatal.
Kunci utama mengatasinya adalah menjaga kebutuhan tidur tetap terpenuhi. Jika tidur tidak terpenuhi, Anda bisa mengatasinya dengan cuci muka dan minum kopi. Tentu, minum kopi sudah menjadi senjata lawan kantuk. Segelas kopi dengan kandungan kafein 50-100 mg secara ilmiah mampu memblokir adenosin (zat pemicu kantuk) dan merangsang adrenalin di otak, sehingga kewaspadaan meningkat.
Kopi yang diseduh memang menghasilkan aroma dan rasa begitu nikmat. Namun, segelas kopi seduh juga memiliki risiko. Ada potensi gelas kopi tersenggol dan tumpah yang menyebabkan:
-
Kopi panas bisa melukai kulit.
-
Dokumen penting di meja kerja basah.
-
Merusak perangkat elektronik seperti komputer, laptop, bahkan CPU.
Kejadian tersebut tentu tidak diinginkan karena pasti menghambat pekerjaan. Anda dapat mengonsumsi tablet kafein rasa kopi yang praktis cukup dikunyah. Praktis tanpa khawatir tumpah dan menghambat aktivitas pekerjaan.